Sabtu, 05 Januari 2013

KOMUNIKASI TERAPEUTIK

Komunikasi merupakan  rangkaian proses pengalihan informasi dari satu orang kepada orang lain dengan maksud tertentu (Liliweri, 2007:4). Komunikasi merupakan interaksi antarpribadi yang menggunakan sistem simbol linguistik, seperti sistem simbol verbal (kata-kata), verbal dan nonverbal yang dapat disosialisasikan secara langsung/ tatap muka atau melalui media lain (tulisan, oral dan visual).

Komunikasi adalah termasuk bagian terpenting dari peran perawat.dan dalam dunia perawat komunikasi yang digunakan dalam penyembuhan pasien disebut KOMUNIKASI TERAPEUTIK.

Pengertian Komunikasi Terapeutik
Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien (Indrawati, 2003 48).
Komunikasi terapeutik termasuk komunikasi interpersonal dengan titik tolak saling memberikan pengertian antar perawat dengan pasien. Persoalan mendasar dan komunikasi in adalah adanya saling membutuhan antara perawat dan pasien, sehingga dapat dikategorikan ke dalam komunikasi pribadi di antara perawat dan pasien, perawat membantu dan pasien menerima bantuan (Indrawati, 2003 : 48).
Komunikasi terapeutik bukan pekerjaan yang bisa dikesampingkan, namun harus direncanakan, disengaja, dan merupakan tindakan profesional. Akan tetapi, jangan sampai karena terlalu asyik bekerja, kemudian melupakan pasien sebagai manusia dengan beragam latar belakang dan masalahnya (Arwani, 2003 50).

Manfaat Komunikasi Terapeutik
Manfaat komunikasi terapeutik adalah untuk mendorong dan menganjurkan kerja sama antara perawat dan pasien melalui hubungan perawat dan pasien. Mengidentifikasi. mengungkap perasaan dan mengkaji masalah dan evaluasi tindakan yang dilakukan oleh perawat (Indrawati, 2003 : 50).

Tujuan Komunikasi Terapeutik (Indrawati, 2003 48).
Membantu pasien untuk memperjelas dan mengurangi beban perasaan dan pikiran serta dapat mengambil tindakan yang efektif untuk pasien, membantu mempengaruhi orang lain, lingkungan fisik dan diri sendiri.
Kualitas asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan perawat-klien, Bila perawat tidak memperhatikan hal ini, hubungan perawat-klien tersebut bukanlah hubungan yang memberikan dampak terapeutik yang mempercepat kesembuhan klien, tetapi hubungan sosial biasa.

sumber: http://creasoft.wordpress.com/2008/04/15/komunikasi-terapeutik


Contoh Komunikasi Terapeutik:
-->
Komunikasi Terapeutik
1.       Tahap Pre-Interaksi
a.       Mengumpulkan data tentang klien : Ditinjau dari catatan medis/rekam medis
·         Kondisi klien adalah post partum (anak pertama)
·         Diagnosa Keperawatan dalam rangka perawatan luka operasi saecar
·         Tujuan khusus adalah klien dapat emmahami dan mandiri dalam rangka melaksanakan perawatan luka
·         Tindakan keperawatannya adalah perawatan luka post partum
·         DS : klien mengatakan lemas
Klien mengatakan lembab pada luka operasinya
·         DO: Klien tampak lemas
Perban tampak lembab
TTV: suhu: 375 oC
         Nadi: 74x/menit
         TD    : 120/70 mmhg

b.      Mengeskplorasi perasaan, fantasi dan ketakutan
= Saya siap berinteraksi dengan klien (Ny.Fithriyah) dengan tindakan perawatan luka post
    Operasi

c.       Membuat rencana pertemuan dengan klien
= Saya telah membuat kontrak untuk melakukan perawatan luka hari ini pukul 10 pagi

2.       Tahap Orientasi
(dialog)
Perawat               : “Assalamualaikum ibu, selamat pagi”
Klien                      : “Walaikum salam, pagi juga suster”
Perawat               : “Saya ners Ratna, apakah benar ini dengan ibu fithriyah?”
Klien                      : “iya suster”
Perawat               : “Ibu fithriyah, ibu lebih suka saya panggil apa ibu?”
Klien                      : “ibu pipit saja supaya lebih akrab suster”
Perawat               : “baik ibu pipit, saya ratna, hari ini saya yg akan merawat ibu dari pukul 07.00
                                   -14.00 siang nanti bu, jadi kalau ada masalah atau keluhan ibu dapat berbicara
                                    Berbicara kepada saya bu”
Klien                      : “Oke baik suster Ratna”
Perawat               : “Baiklah, ibu bagaimana keadaannya hari ini setelah operasi sesar kemarin?”
Klien                      : “Alhamdulillah suster saya sennag sekali dengan kelahiran anak peratama saya
                                    Tapi saya masih merasa lemas dan sulit bergerak”
Perawat               : “alhamdulillah saya turut senang atas kelahiran anak pertama ibu, karna ibu
                                    karna ibu melahirkan anak pertama melalui sesar jd wajar kalau ibu sulit
                                    bergerak karna ada luka operasi yg masih rentan, selain lemas apakah yg ibu
                                    rasakan?”
klien                      : “oh begitu ya suster, tidak suster hanya lemas dan sulit bergerak saja”
Perawat               : “baik bu, sesuai dengan perjanjian kita kemarin, saya akan mengganti perban
luka ibu, supaya tidak terjadi infeksi dan supaya ibu bisa segara beraktivitas
kembali”
klien                      : “baik suster, berapa lama?”
Perawat               : “hanya sekitar 15 menit ibu pipit”
Klien                      : “iya suster”

3.       Tahap kerja
(dialog)
Perawat               : “baiklah bu, sebelumnya ada yang ingin ibu tanyakan?
Klien                      : “apakah perawatan luka ini penting sus? Dan berapa frekuensi penggantian
    perban sus?
Perawat               : “iya ibu, perawatan luka ini sangat penting karna jika luka kotor akan
    menimbulkan infeksi dan dapat menyebabkan kematian,perban itu harus
    diganti minimal 1x sehari buu”.
                Klien                      : “baik suster”
                Perawat               :”oke ibu pipit, pertama maaf ibu bajunya sedikit saya singkapkan ya bu, nanti jika sudah dirumah atau saat ibu sudah merasa tidak nyaman. Ibu atau dengan                                    bantuan keluarga dapat melakukan secara mandiri”.
                Klien                      :” alat-alatnya apa saja suster?”
                Perawat               :” sarung tangan, pinset, gunting, plester, kasa steril, cairan pembersih. Ibu dapat menggunakan aquabides sudah ada yang menjual diapotik apotik buu,,
                Klien                      :” lalu caranya bagaimana sus?
                Perawat               :” pertama-tama kita buka balutan yang lama namun jangan memegang dengan tangan telanjang,kita harus memakai sarung tangan, lalu kita bersihkan luka dengan aquabides yang dicelupkan ke kasa dan dikeringkan dengan kasa kering.
                Klien                      : “ apakah kasa tidak boleh dipakai berulang-ulang sus?
                Perawat               :” benar sekali ibu, setiap kali kita membersihkannya kita tukar dengan kasa yang baru dan jangan lupa ibu kita harus membersihkan luka dari daerah yang bersih kedaerah yang kotor”.
                Klien                      : “ lalu apa lagi sus ?
                Perawat               : lalu buu, kita tutup luka dengan kasa steril , dan direkatkan dengan plester,lalu ditutup dengan pakaian ibu kembali dan semua bekas balutan dibuang ketempat sampah medis’.
                Klien                      : “saya rasa saya sudah bias melakukannya sus”.

4.       Tahap terminasi
(dialog)
Perawat               :” baik ibu pipit, perawatan lukanya sudah selesai dan ibu pun sudah mengerti bagaimana cra melakukan perawatan luka. Sekarang bagaimana rasannya bu, apakah sudah lebih nyaman buu sekarang ?
Klien                      : “ iya suster sudah lebih nyaman,
Perawat               :” baik ibu kalau begitu nanti jika sudah waktunya ibu  mengganti perban, ibu bisa  dibantu dengan keluarga, atau biasa juga didampingi saya atau                                                          perawat lainnya.
Klien                      : “ iyah suster, terimakasih”,
Perawat               : “ iyah ibu pipit, apakah ada yang ingin ibu tanyakan?
Klien                      : “tidak sus,saya rasa cukup dan saya sudah paham sus,
Perawat               :” baik ibu sekarang ibu dapat beristirahat kembali”
Klien                      :” iyah susuter, terimakasih yah sus,,
            Perawat               :’ sama sama ibu pipit, semoga lekas sembuh yah buu,,

1 komentar: